MS: Semua Sudah Di Atur Pemain Judi Aman Di Gelper Lucky Zone Top 100 Tembesi

Batam, gerbangnusa.com – Gelanggang permainan (GELPER) anak-anak dan keluarga dengan menggunakan mesin ketangkasan elektronik sangat rentan dijadikan sebagai sarana perjudian.

Perijinan yang dikeluarkan oleh Badan Penanaman Modal Kota Batam atas usaha gelper telah mengatur dengan jelas bahwa ijin yang diberikan tidak boleh disalahgunakan (Dilarang Berjudi).

Dari informasi masyarakat yang dilanjuti dengan investigasi tim media AMJOI pada Sabtu 21/10/2017 diketahui bahwa GELPER LUCKY ZONE Top 100 Tembesi terindikasi berpraktek judi.

Pengunjung Gelper Lucky Zone yang ingin bermain mesin elektronik membayar lima puluh ribu rupiah untuk 50 Coin kepada wasit. Satu coin dimasukkan kedalam mesin elektronik akan diberi 1000 credit poin dan dengan 50 koin, pemain akan mendapatkan  50.000 kredit Poin untuk bermain.

Dengan kredit poin itu pemain mentukan berapa kredit poin yang akan dipasangkan sebagai taruhan setiap tembakan. Pemain mengarahkan dan melakukan tembakan ke sasaran dengan menekan tombol tombol yang ada pada mesin.

Bila tembakan-tembakan yang dilakukannya pemain tidak dapat melumpuhkan sasaran (berjenis jenis ikan dan naga) walau hingga kredit poin yang dimilikinya habis. Pemain berarti kalah dan harus kembali membeli coin untuk melanjutkan permainan.

Bila tembakan pemain dapat melumpuhkan sasaran berhadiah besar (naga, brankas atau bom) maka pemain akan mendapatkan kredit poin dalam jumlah banyak sekali, dengan tembakan 1000 kredit poin (1 coin) bisa mendapat 4 – 5 juta kredit poin.

Pemain beruntung dan dapat menkensel kreditnya dengan coin untuk ditukar dengan hadiah berupa Phonsel pada kasir.

Hadiah tersebut kemudian ditukarkan oleh pemain yang menang kepada orang tertentu (kaki tangan pengelola gelper) menjadi uang sesuai nilai tertera di hadiah.

Seorang pria (MS) yang ditanyai oleh Tim AMJOI di lokasi mengatakan “tidak ada kekawatiran untuk bermain gelper di Lucky Zone, karena kami diberitahu wasit bahwa semua sudah diatur. Tidak bakalan ada razia atau penggerebekan  mendadak dari Petugas dan Intansi Terkait”.

“Kami percaya bang. Karena kami sendiri melihat pengelola Lucky Zone membagi-bagi uang koordinasi kepada oknum media setiap bulan pada tanggal 20. Media saja sudah diatur, apalagi petugas terkait, bang??”. Jelas MS *** (Red / Tim AMJOI)