Judi Gelper Batam Dikordinir Oleh Aliang, Tua-Tau Dan Hendra

Batam, gerbangnusa.com – Gelanggang Permainan ketangkasan elektronik (Gelper) dengan menggunakan mesin Judi Jekpot yang menghisap banyak uang kembali beroperasi.

Dibukanya permainan ketangkasan ini membuat tempat usaha itu dipenuhi penggemarnya, meski beberapa diantara pemainnya masih mempertanyakan legalitas usaha yang menggunakan mesin Judi Jekpot Kasino yang diberi nama baru Mesin Gelanggang Permainan Elektronik (Gelper).

Beberapa tempat pengoperasian mesin ini ada di Kecamatan Lubuk Baja – Nagoya:  CITY HANTER GAME di simpang lima, THREE KINGDOMS di Gedung Olah Raga, STAR LIGHT GAME di Gedung Akuarium, GOLDEN GAME  di Gedung Sky Filla, GOLDEN GAME 21 di Gedung depan Eks Puja Sera A1, WOKONG GAME dan ONE ZONE GAME (CLASS ROYAL) di Gedung Pergudangan Simpang Lima serta beberapa GAME yang tidak jelas namanya di Gedung Planet2 dan Planet3 .

Dari sumber (IP) yang ditanyai awak gerbangnusa.com dilokasi simpang lima Nagoya pada minggu 12/03/2017 menyebutkan bahwa JUDI Gelanggang Permainan Elektronik (Gelper) di kota Batam ini sudah dikoordinir oleh Bos Besar Aliang, Tua-Tau dan Hendra.  Semua pihak sudah di koordinasikan. Bahkan jam operasionalny sekarang sudah sampai jam 03.00 dini hari.

Pada bulan maret 2016 silam Kapolda Kepri Irjen Pol Sam Budigusdian pernah  memerintahkan jajarannya untuk menutup Gelanggang permainan (GELPER) di kota Batam. Gelper ditutup total dan mesin mesin Jekpot ditangkap oleh Polda Kepri dan Polresta Barelang namun dilepas kembali karena pengoperasiannya telah mendapat ijin dari BPM dan Dinas Pariwisata.

Sebagaimana diberitakan oleh media masa saat itu Kapolda Kepri Brigjen Pol Sam Budigusdian telah mengeluarkan pernyataan pada wartawan bahwa setiap permainan Jekpot yang terindikasi judi, baik ada ijin ataupun tanpa ijin akan ditindak.

Menyikapi maraknya Perjudian berkedok Gelanggang Permainan dengan mesin Elektronik di kota Batam, ketua Lembaga Pengawas Pemantau Tindak Pidana Korupsi (LPP TIPIKOR) DPW Kepri (Albert Sofyan), mengatakan. “Perijinan untuk berjudi belum pernah dikeluarkan oleh intansi apapun direpublik ini, tapi pada prakteknya dilapangan perjudian itu ada juga yang melakukan. Kita lihat bahwa perjudian di kota Batam sudah sangat parah, keberadaannya mulai dari hotel berbintang lima (Judi Gelper dan Judi Bola Pimpong) sampai ke kaki lima (Judi Dadu Guncang) bahkan sampai ke kandang ayam. Semua ini pasti bisa ditutup bila kepolisian mau bertindak tegas.

Menurut Albert, sebelum perijinan ketangkasan elektronik diberikan pada yang mengajukan seharusnya terlebih dulu dilakukan pengecekan dilokasi yang akan digunakan, mulai dari jenis mesinnya, sistim permainannya, serta hadiah yang ditawarkan oleh pengelola serta syarat lainnya yang harus dipenuhi. Jangan seperti yang sekarang ini, sudah jelas mesin ketangkasannya jenis Jekpot tapi ijin tetap saja diberikan.

Demi perbaikan moral masyarakat, biar nanti saya surati Kapolri secara resmi agar dilakukan penyelidikan dan penyidikan tentang Judi di Batam”. Jelasnya pada gerbangnusa.com pada Senin 13/03/2017 melalui ponselnya di Batam Senter. (Tim Redaksi)